Tampilkan postingan dengan label PSP-3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSP-3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2015

CUAL RUH LELUHUR SEBENTUK KAIN



Pertama kali mengenal kain Cual adalah waktu saya duduk dibangku SLTA. Dulu saya megenalnya sebatas pada kain tradisional dari Bangka dan sering digunakan sebagai seragam mengajar oleh dewan guru maupun ada beberapa sekolah yang menjadikannya seragam sekolah untuk hari-hari tertentu. Sebatas itulah yang saya ketahui tentang kain Cual saat itu.

Tahun 2007, saat pertama merantau keluar dari Bangka untuk melanjutkan kuliah ke tanah Jawa saat sedang hebohnya tentang pegakuan terhadap kain tradisional Indonesia. Para mahasiswa di Kampus tempat saya kuliah melakukan gerakan untuk mengenakan kain tradisional Indonesia setiap hari kamis maupun jumat. Saat itu saya bariu teringat akan kain Cual. Iya, jika disarankan untuk menggunakan kain tradisional maka saya ingin menunjukkan kain tradisional dari tanah kelahiran saya.

Akhirnya, sampailah di asrama tempat saya menginap di kampus sepasang kain Cual berwarna coklat dan biru bermotif kembang gajah. Saat melihat kain tersebut saya baru tersadar dan setengah terperanjat. Betapa kehadiran kain tersebut telah membawa ingatan saya ke kampung halaman. Melalui kedatangan kain Cual itu pula saya terbantu untuk bercerita tentang tanah kelahiran saya. Ada perasaan dan samangat baru yang timbul dan dengan cepat saya mendatangi tukang jahit. Sengaja saya mencari tukang jahit yang terbaik di seputaran kampus karena saya ingin mendapatkan hasil yang terbaik.  

Tidak sampai seminggu dua kain Cual itu telah menjelma menjadi dua baju. Saat pertama kali mengenakannya ada motivasi yang kuat tuk menjadi lebih baik. Ada motivasi yang mengalir deras dalam diri. Seperti seorang anak yang telah menemukan jati diri. Seperti pencari iman yang telah mendapatkan pencerahan.

Begitulah  perasaan haru biru saat pertama mengenakannya, terasa ada aliran deras dari para leluhur untuk menjadi lebih baik. Mengenakan kain Cual benar-benar membuat saya menjadi yakin bahwa ada kala kita perlu untuk menelaah masa lalu kejayaan negeri melalui karya para leluhur. Akan ada semangat baru dan motivasi yang akan membuat kita bisa mencipta karya yang lebih baik lagi. Hingga kini momen itu tetap terasa setiap kali saya mengenakan kain Cual.  Sampai sekarang pun saya menjadi begitu nyaman untuk mengenakannya dalam berbagai kegiatan. Bepergian bersama baju dari kain Cual atau pun menghadiri kegiatan dengan baju Cual tetap membuat saya menjadi nyaman. Karena, ada ruh kejayaan para leluhur dalam tiap motifnya. Semangat untuk berkarya dengan inspirasi dari kain tradisional. 


Jumat, 10 Juli 2015

CARA MUDAH LOLOS JPI DAN BPAP



Beberapa waktu lalu saya sempat menjadi juri untuk seleksi kegiatan JPI yang merupakan sebutan atau singkatan untuk kegiatan Jambore Pemuda Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kegiatan ini memiliki tujuan sebagai sarana pengembangan wawasan pemuda untuk peningkatan kreatifitas. Saat menjadi juri dalam seleksi ada hal yang menggaljal dalam benak saya saat menilai para peserta. Kebanyakan peserta menganggap bahwa rangkaian seleksi JPI ini sulit, padahal tidak seperti itu.
Kegiatan JPI ini memang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan. Diawali dengan seleksi ditingkat kabupaten atau kota yang nantinya peserta yang lolos seleksi akan mewakili kabupaten/kota dalam Jambore Pemuda Daerah (JPD). Dalam kegiatan JPD para peserta akan kembali diseleksi untuk menjadi perwakilan provinsi dikegiatan tingkat nasional JPI.
Sedangkan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) adalah kegiatan lanjutan bagi peserta JPI. Tujuan dari BPAP sendiri adalah membuka wawasan kebudayaan para pemuda supaya mengenal dan memahami kebudayaan dari daerah lain dalam ruang lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan ini terbuka untuk pemuda Indonesia yang berusia antara 18-30 tahun atau sesuai dengan ketentuan di provinsi masing-masing.
Untuk tahapan seleksi sendiri, ada beberapa langkah mudah untuk melewati semua tahapan seleksi tersebut antara lain:
1.      Mengenal potensi diri dan minimal kembangkan satu potensi diri yang khas,
2.      Memahami potensi daerah dan miliki kemampuan untuk memperkenalkannya,
3.      Memiliki jiwa kesemaptaan yang stabil,
4.      Mampu mengembangkan minat untuk membangun relasi dengan orang lain, dan
5.      Memiliki kemauan untuk mengenal potensi daerah diseluruh Indonesia tentunya.

            Jika kelima syarat di atas telah dimiliki maka kemungkinan besar akan mudah untuk melewati semua tahapan seleksi Jambore Pemuda Indonesia. Nah itulah tips mudah lolos JPI dan BPAP, ayo ikut berpartisipasi dan kembangkan potensi diri bersama rangkaian kegiatan JPI dan BPAP Kemenpora. 

Kamis, 09 Juli 2015

5 TRADISI RAMADHAN


Ramadhan yang tinggal tersisa sebentar lagi ada lima hal yang akan selalu membuat kita teringat akan ramadhan. Lima hal itu adalah:

1.      Ngabuburit
Tradisi ini hanya ada di saat ramadhan dan dilakukan oleh begitu banyak orang. Biasanya jalanan yang sepi tetiba akan ramai dan padat orang pada sore hari. Berbagai macam alasan orang melakukan kegiatan ngabuburit antara lain supaya puasanya tidak terasa. Nah berhubung sedang berpuasa disarankan untuk ngabubburitnya ke tempat-tempat yang bisa meningkatkan keimanan kita seperti masjid dan sebagainya.

2.      Buka bersama
Kegiatan ini menjadi menyenangkan untuk dilakukan dan sangat manjur untuk mengakrabkan antar sesama. Kegiatan ini biasanya akan sangat menyita waktu dan menghabiskan buget yang lumayan besar. Sehingga disarankan untuk menyesuaikan kondisi keuangan dan waktu. Usahakan mencari lokasi bukber yang dekat dengan tempat ibadah supaya bukber tidak jadi penghalang untuk beribadah.

3.      Beli baju lebaran
Membeli baju lebaran memang menjadi tradisi ramadhan yang sangat mendarah daging. Padahal sebenarnya bulan-bulan lainnya hal ini pun bisa dilakukan tetapi momen ramadhan selalu menjadi alasan untuk membeli baju dengan model terbaru. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah jika kita mampu secara ekonomi. Yang jadi masaah adalah saat kita menjadi terlalu memaksakan diri untuk mengikuti tradisi ini.

4.      THR
Tunjangan Hari Raya adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu. Tunjangan ini sangat beragam bentuknya bisa uang maupun barang. Beberapa dekade terakhir masyarakat umum lebih menikmati THR yang berbentuk uang. Sehingga jika ada kelebihan dan ingin membagikan THR sang
at dianjurkan dalam bentuk uang. Selain lebih mudah dalam proses pembagiannya dalam penggunaannya juga sang penerima akan sangat leluarsa.

5.      Mudik

Tradisi ini sangat kental saat ramadahan karena kita berada di daerah yang mayoritas muslim.  Diakhir ramadhan masyarakat akan berbondong-bondong untuk kembali ke tanah kelahirannya dari tanah perantauan. Keamanan saat musim mudik benar-benar harus dijaga bersama. Karena kondisi yang sangat semeraut selama mudik akan memicu terjadinya tindak kriminal. Sangat disarankan untuk sesama pemudik harus saling menjaga supaya kondisi yang aman tetap tercipta.

Minggu, 21 Juni 2015

Jambore Pemuda Indonesia (JPI)


            Jambore Pemuda Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan JPI merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. tujuan kegiatan ini sendiri merupakan sebagai sarana pengembangan wawasan pemuda untuk peningkatan kreatifitas. 
kegiatan JPI ini dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan. Diawali dengan seleksi ditingkkat kabupaten atau kota yang nantinya peserta yang lolos seleksi akan mewakili kabupaten/kota dalam Jambore Pemuda Daerah (JPD). Dalam kegiatan JPD para peserta akan kembali diseleksi untuk menjadi perwakilan provinsi dikegiatan JPI.
Peserta yang ikut serta dalam kegiatan JPI akan mendapat penambahan wawasan melalui kegiatan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP). Tujuan dari BPAP sendiri adalah untuk membuka wawasan kebudayaan dari para pemuda supaya mengenal dan memahami kebudayaan dari daerah lain dalam ruang lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Proses pembelajaran melalui kegiatan JPI dan BPAP merupakan bentuk inovasi untuk penguatan wawasan kebangsaan yang saat ini mulai kurang dikenal oleh generasi muda Indonesia. Melalui rangkaian kegiatan ini peserta kegiatan akan lebih memahami mengenai potensi budaya, sumberdaya manusia, dan sumber daya akam yang ada di Indonesia.
Rangkaian kegiatan ini terbuka untuk seluruh pemuda Indonesia yang berusia antara 18-30 tahun atau sesuai dengan ketentuan di provinsi masing-masing peserta. Begitu banyak pengalaman dan pengetahuan yang akan didapat melalui kegiatan ini. Setiap peserta akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.
 Jambore Pemuda Indonesia 2015 rencananya akan dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Riau. Sebuah provinsi pemekaran dari provinsi Riau dengan potensi daerah yang mengagumkan. Tahapan seleksi di tingkat kabupaten/kota tiap-tiap provinsi pun sekarang telah dan sedang berlangsung. Jadi tunggu apalagi ayo kembangkan kreativitas dan kenali potensi Indonesia melalui kegiatan JPI dan BPAP.

Merantau, Mudik, dan Lebaran


Beberapa tahun lalu saat masih duduk dibangku kuliah saya pernah mendapat tugas mata kuliah sosiologi umum untuk menganalisis sebuah tradisi di masyarakat. Masalah yang saya analisis adalah mengenai tradisi merantau, mudik dan lebaran. Tiga hal tersebut merupakan kata-kata yang sering kita dengar dan mungkin sebagian dari kita melakukannya.

Merantau, ini merupakan sebuah tradisi dibeberapa daerah terutama di Indonesia. Tradisi merantau sering dilakukan oleh sebagian besar penduduk usia produktif Indonesia ini memiliki tujuan yang bermacam-macam. Sebagian bertujuan untuk menuntut ilmu, mencari nafkah, bahkan sebagian dengan tujuan diplomatis. Apapun alasannya serinkali tujuan dari merantau ini adalah membawa perubahan dan kebaikan bagi tiap individu yang melalukannya.

Mudik, tradisi mudik sendiri sebenarnya dilakukan juga dibeberapa Negara lainnya seperti Malaysia dan China. Tradisi mudik ini merupakan tradisi pulang ke kampung halaman atau tanah kelahiran setelah merantau atau pergi ke daerah lain dalam kurun waktu tertentu. Mudik dilakukan pada beberapa hari penting terutama pada hari besar keagamaan misalnya Idul Fitri, Natal, tahun baru Imlek. Dihari penting tersebut setiap individu yang merantau akan menyempatkan diri untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga di tanah kelahiran.

Lebaran, sebuah sebutan untuk hari besar seperti natal, tahun baru imlek dan idul fitri maupun idul adha. Tetapi kebanyakan orang merujuk kata lebaran ke hari besar idul fitri entah apa alasannya. Mungkin karena kita berada di negara dengan mayoritas penduduk yang memperingati idul fitri.



Keterkaitan antara merantau, mudik dan lebaran adalah ketiga hal tersebut merupakan suatu rangkaian yang apabila dihilangkan salah satunya maka akan berbeda dampaknya. Sebuah siklus yang dijalani oleh mayoritas penduduk Indonesia dan tetap lestari sampai saat ini. Perjuangan untuk masuk kedalam tiga siklus itu pun bukan mudah. Banyak orang yang mesti berjuan dan tidak banyak yang berhasil dalam menjalani siklus itu. Setiap orang yang berhasil dalam menjalani rangkaian terkait atau siklus tersebut akan membuat dirinya menjadi kebanggaan serta mengharumkan nama keluarganya. Sebuah rangkaian tradisi yang sangat unik dan patut dilestarikan.

Minggu, 17 Mei 2015

TIPS LOLOS PSP-3 KEMENPORA



Tahukah kamu bahwa untuk lolos PSP-3 Kemenpora sebenarnya akan mudah jika kita sudah mengetahui strateginy. Untuk teman-teman yang ingin mengikuti tes penerimaan peserta PSP-3 ini ada beberapa tips yang akan bermanfaat:
1.      Seleksi berkas
Tahapan pertama yang harus dilewati oleh para peserta adalah seleksi berkas. Kelengkapan berkas dan persyaratan akan jadi pertimbangan pertama untuk penerimaan peserta PSP-3. Penuhi semua persyaratan yang diminta oleh Provinsi tempat kita mengajukan persyaratan karena kemungkinan perbedaan persyaratan antar provinsi bisa saja terjadi.
2.      Soal tes tertulis
Tes tertulis ini terdiri dari pertanyaan yang berkaitan dengan psikologi umun dan keorganisasian. Pertanyaan yang bersifat kepemudaan dan organisasi masyarakat serta perkembangan psikologi manusi sering muncul dalam tes tertulis. Dalam menjawab soal yang berbentuk rangkaian usahakan untuk fokus dengan cara membaca kata kunci tiap pertanyaan karena dalam pertanyaan berantai sangat umum keluarnya soal yang sama untuk melihat konsistensi kita dalam menjawab soal.
3.      Tes wawancara
Saat wawancara usahakan tampil rapi dan menarik. Komitmen dengan jawaban serta konsisten dalam menjawab pertanyaan yang diberikan adalah beberapa hal yang penting. Cara untuk tampil meyakinkan penguji cukup mudah yakni: berjalan lahdengan tegap, usahakan meggunakan sura dada saat menjawab pertanyaan karena sura dada akan terdengar lebih meyakinkan, berjabat tangan dengan tegas serta duduk dengan posisi yang tegap sekaligus rileks
4.      Pembekalan sebelum penempatan
Sebenarnya ini bisa disebut juga dengan seleksi kesemaptaan atau kecakapan tahun sebelumnya ada tiga tahapan pembekalan yang akan dilalui yakni: 1) pembekalan ditingkat provinsi tempat seleksi, 2) pembekalan diringkat nasional di markas angkatan, 3) pembekalan di provinsi penempatan atau provinsi tempat tugas. Seluruh rangkaian pembekalan ini harus dilalui dengan baik sebagai persyaratan ditandatanganinya kontrak kerja. Yang diperlukan untuk melewati semua rangkaian pembekalan ini adalah ketahanan fisik, kemampuan bersosialisasi, kecakapan dalam dinamika kelompok, mampu mememahami semua materi yang disampaikan karena itu akan sangat membantu saat berada di daerah penempatan.


Selasa, 28 April 2015

TANAH WEH 2



Dalam angkot yang membawa rombongan kami, saya menjadi termangu dan pikiran melayang ke waktu lalu. Sebuah awalan yang akhirnya membawa raga saya berada di sini. Lamat tangan saya menopang ke dagu dan perlahan menutupkan mata seraya menarik udara sekitar melalui celah-celah rongga pernapasan yang akhirnya mempertemukan rangkaian sel saraf otak saya ke kenangan masa lalu. 

Entah apa yang ada dibenak saya saat mengikuti tes kerja dan sangat meyakini bahwa saya akan di tempatkan di Aceh. Saat melihat daerah penempatan, hati saya seakan bergetar dan terpanggil untuk meyakini bahwa saya akan ditempatkan di daerah Aceh. memasuki ruang tes tertulis saya semakin berpikir bahwa kali ini saya akan bisa menyelesaikannya dengan baik dan akan lulus. Entah apa yang ada dibenak saya. Memasuki tahapan tes wawancara kembali yang ada dipikiran saya bahwa jika ditanya ingin ditempatkan maka saya akan menjawab "Saya ingin ditempatkan di Aceh!". 

Tahapan wawancara pun akhirnya tiba. Satu persatu peserta dipanggil untuk menjalani tahapan itu. Tiba giliran saya dan keyakinan untuk memilih Aceh kian kuat. Setelah beberapa pertanyaan berhasil saya jawab dengan lancar akhirnya keluar juga pertanyaan yang sejak awal telah saya rasakan akan ditanyakan. 

"Kamu kalu bisa milih ingin ditempatkan dimana?"

kata-kata tim penguji itu terdengar memekakkan dan sanggup membuat saya terdiam menarik napas panjang. Dengan sisa-sisa keyakinan yang ada saya isi penuh seluruh rongga dada dengan udara yang terasa menipis disekitar saya akibat pertanyaan penguji. 

"Saya ingin ditempatkan di Aceh."

"Kenapa?"

Kata itu mengisi penuh ruang kosong di celah-celah telinga. Dan dengan senyuman yang saya rasa telah mampu untuk menunjukkan semua gigi seri saya yang tak bisa dibilang indah saya menjawab dengan jelas.

"Saya akan mengabdikan kemampuan saya di sana, sekaligus menemukan iman saya".

"Dengan kulit putih dan mata sipit, mungkin kamu akan nampak berbeda di tengah masyarakat sana?".

"Perbedaan akan mempersatukan". 

Kembali saya memoles senyum tipis di wajah.

"Bukankah karena perbedaan juga kita bisa bertemu disini. Tepatnya perbedaan waktu dan kesempatan".  

Sepertinya kali ini lidah saya semakin lancar dalam mengatur kata-kata yang entah berasal dari mana.


Jumat, 17 April 2015

SABANG CREATIVE FEST 2015

Kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan hari ulang tahun emas Kota Sabang ini berbeda dengan kegiatan lainnya. Kegiatan yang fokus pada lomba Mural yang berlokasi di stadion Sabang Merauke Kota Sabang ini di prakarsai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sabang. Perlombaan Mural ini terbuka untuk umum dan bisa diikuti oleh semua kalangan.  Menggandeng para peserta program PSP-3 penempatan Kota Sabang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, dan Owner Piyoh maka disusunlah para panitia untuk kegiatan ini. Kepanitian yang dibentuk dari berbagai unsur yang berbeda ini harapannya akan mampu membangun kreativitas dalam pelaksanaan kegiatan. Nah tungggu apa lagi untuk yang mau ikutan bisa langsung lihat infonya di www.sabangcreativefest.blogspot.com.

Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini bisa dilakukan pendaftaran dengan mengambil formulir di sekretariat kepanitiaan beralamat di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Sabang Jl. KH Agussalim (Ie Meulee) (0652) 22777. Bisa juga dengan berkorespondensi dengan panitia melalui E-Mail sabangcreativefest@gmail.com atau ke telepon panitia atan nama Al khosim 0813-8391-3967.




Minggu, 08 Maret 2015

Rumah Sakit Umum Daerah

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang atau dahulu dikenal dengan nama De Kliniek Van De Sabang Maatschappijj 1923 (Rumah Sakit Sabang Maskapai 1923). Merupakan rumah sakit yang telah berdiri sejak lama dengan peralatan medis yang cukup memadai pada zaman dulunya. Rumah sakit ini berbentuk kompleks yang di sana terdapat ruang pengobatan dan sekaligus tempat tinggal bagi dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut.

Kompleks gedung ini diresmikan penggunaannya pada tahun 1923 sebagai rumah sakit milik Sabang Maatschappij. Rumah sakit ini pernah menjadi rujukan bahi rumah sakit-rumah sakit colonial belanda yang ada di Aceh. Karena mempunyai fasilitas yang sangat modern pada saat itu. Saat ini, RSUD Kota Sabang ini masih berfungsi dengan baik dan tetap melayani pengobatan untuk warga. Lokasi RSUD ini berada di Gampong Kuta Ateuh Kecamatan Suka Karya Kota Sabang.

Bentuk bangunan rumas sakit yang unik masih dipertahankan hingga saat ini. Arsitektur Belanda yang memiliki ciri khas tersendiri masih bisa kita lihat di rumah sakit ini. Saat kita memasuki area rumah sakit nuansa lama dan khas belanda akan llangsung menghampiri kita.
Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sabang
Tugu Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sabang



Makam Eropa (Het Kerkhof) kota Sabang

Gerbang Makam Eropa di Kota Sabang
Makam Eropa merupakan salah satu situs sejarah yang ada di Kota Sabnag. Letak Makam Eropa inni berada di Gampong Kuta Ateuh Kecamatan Suka Karya Kota Sabang. Tempat ini sudah menjadi pemakaman warga sipil dan militer Eropa berkebangsaaan Denmark, Yunani, Prancis, Jerman dan terutama Belanda sejak tahun 1800-an. Mereka meninggal karena faktor usia, penyakit dan peperangan. Sebagian dari makam-makam ini masih diziarahi oleh keluarga dan pemerintahannya sampai saat ini.
Di sini juga dimakamkan Jacquest Carrisan, pahlawan nasional Perancis yang gugur dalam pertempuran laut antara kapal Perancis “Mousquet” dan kapal Jerman “Emden” pada perang dunia pertama pada Oktober 1914 di Selat Malaka. Hingga saat ini keberadaan Makam Eropa ini masih dapat dilihat dan diziarahi oleh wisatawan.
Kondisi Makam Eropa saat ini memang kurang terawat dengan penampakan pagar makam yang telah banyak rusak dan lapuk termakan usia. Bersebelahan dengan Makam Eropa ini terdapat pemakaman etnis Tionghoa dan warga sekitar. Keberadaan bunga-bunga kamboja yang bermekaran indah menghiasi kompleks pemakaman ini seringkali menjadi daya tarik khusus. Wisatawan yang dating pada bulan April dan Maret dapat menikmati keindahan bunga kamboja yang bermekaran di tengah kompleks pemakaman ini.



Tugu Sabang Merauke

Tugu Sabang Merauke
            Tugu Sabang Merauke adalah sebuah tugu yang berada khusus di dua buah kota yang berada di ujung Indonesia yakni di Kota Sabang dan di Kota Merauke. Tugu ini dibangun sebagai penanda wilayah Indonesia dengan posisi Geografis  Tugu Sabang-Merauke BPPT0897-2 berada di:
Lintang            : 050     530       30,660  LU
Bujur               : 950     190       16,520  BT
Tinggi              : 33,6 meter (MSL)
Posisi geografis dalam Ellipsoid WGS 84
Tugu Sabang Merauke ini didirikan pada September 1997. Kerjasama antara Pemerintah Daerah Istimewa Aceh dengan Deputi Bidang Pengembangan Kekayaan  Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPP Teknologi). Posisi Geografis ini ditentukan dengan menggunakan GPS (Global Position System) yang merupakan posisi suatu titik di permukaan bumi dengan cara mengamati  sinyal-sinyal satelit yang mengorbit di atas bumi dengan ketinggian 11.900 mil (20.000 km). system ini memiliki 24 buah satelit, sehingga pengamatan sekelompok satelit dapat dilakukan di seluruh permukaan bumi pada setiap saat dan segala  cuaca.
Pada dasarnya penentuan posisi dengan GPS adalah mengukur jarak tugu yang akan ditentukan posisinya terhadap beberapa satelit. Dengan menggunakan data posisi setiap satelit yang diamati sebagai acuan dan denan telah diketahuinya jarak hasil ukuran, maka lintang dan bujur tugu dapat ditentukan.
Jarak tugu terhadap satelit dan posisi setiap satelit yang diamati dapat diperoleh dengan cara mengamati sinyal yang dipancarkan oleh masing-masing satelit dengan menggunakan alat menerima GPS yang ditempatkan di atas tugu yang akan ditentukan posisinya. Tugu ini ditentukan lintang, bujur dan tingginya dengan metoda deferensial melalui  pengamatan sinyal dari 4 sampai 8 satelit yang berada di atas cakrawala secara bersamaan.
Pemandangan dari Tugu Sabang Merauke



Taman Ria Sabang


Koningin Plein (Taman Raja) Sejak dibukanya Kolen Station tahun 1896 oleh Sabang maatsehappij  (piha Belanda pengelola Sabang) dibangunlah taman-taman dan tempat bermain. Taman ini awalnya bernama taman raja-raja diberi nama demikian guna memperingati Wilhemnina di negeri Belanda yang disimbolkan dengan dibuatnya sebuah kursi ratu di taman ini. Tahun 1970 pihak KP4BS memugar dan mengganti namanya menjadi Taman Gembira yang kemudian berganti nama menjadi Taman Ria.
Saat ini Taman Ria lebih sering digunakan sebagai lokasi pagelaran seni dan budaya yang terkait dengan wisata Kota Sabang. lokasi taman yang strategis sangat mendukung untuk tempat pagelaran budaya. Selain itu, di Taman Ria saat ini juga terdapat loket informasi kepariwisataan Kota Sabang.
Taman Ria saat ini sering kali digunakan sebagai tempat bercengkrama dan bersantai ria warga setempat dan wisatawwan. Pemandangan yang asri dan berada tepat di tengah kota memberikan nilai lebih pad ataman ini. Keberadaan pohon-pohon yang telah berusia ratusan tahun turut menambah keasrian Taman Rian. Tidak ada salahnya jika berkunjung ke Kota Sabang untuk sejenak bersantai di Taman Ria dan menikmati suasana yang asri ditengah kota.

Taman Ria Sabang

Taman Ria Sabang



Senin, 02 Maret 2015

Pantai Kasih

Sebuah pantai yang benar-benar akan mempertemukanmu dengan kekasihmu. Membuat kisah cinta abadi penuh kasih sayang seperti airnya yang berlimpah ruah. Pasirnya yang putih dan halus benar-benar melambangkan sebuah cinta yang sangat tulus dan murni. Bebatuan yang kokoh serta pepohonan yang tegak kuat menancapkan akar-akarnya sejatinya melambangkan keteguhan cinta kasih. Mungkin karena hal itu pantai ini dinamakan pantai Kasih.

Pantai yang terletak di Gampong Kuta Ateuh Kecamatan Suka Karya Kota Sabang ini pada bulan Juni sampai bulan November memiliki gelombang lautnya sangat cocok untuk selancar. Gelombangnya yang khas ini menjadi daya tarik yang khas untuk para pecinta selancar. Saat ini kegiatan selancar di pantai kasih sangat ramai peminatnya. Mulai dari anak-anak muda hingga orang dewasa baik dari dalam Kota Sabang sendiri maupun dari luar.

Penggiat olahraga selancar yang ada di pantai Kasih dan bermukin di sana adalah remaja kelas 12 SMAN 1 Sabang. Remaja ini akrab disapa dengan panggilan Al. Namanya sangat familiar dan benar-benar memberi nilai lebih. Olahraga selancar ini sudah lama digeluti oleh Al dan saat ini beliau aktif mempromosikan lokasi selancar pantai Kasih. Promosi ini dilakukan oleh Al dalam berbagai bentuk baik secara langsung saat bertemu dengan orang lain maupun menggunakan media sosial.

Selain Al, instansi pemerintah terkait seperti pemerintahan Gampong Kuta Ateuh, kelompok sadar wisata Gampong Kuta Atuh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP-3) penempatan Gampong Kuta Ateuh pun sangat gencar memperkenalkan objek wisata ini. Harapannya objek wisata yang sangat menarik ini bisa menarik orang untuk datang dan menikmati sekaligus menjaga keindahannya.

Selasa, 18 November 2014

PEMANFAATAN KELOBOT JAGUNG

Kali ini admin akan berbagi tentang proses pemanfaatan dan pembuatan pernak pernik dari kelobot jagung. Lebih tepatnya proses pengolahan kelobot sampai menjadi siap untuk dimanfaatan sebagai bahan dasar bembuatan pernak-pernik. Kelobot jagung itu sendiri merupakan kulit pembungkus biji jagung jadi jangan tertukar dengan daun jagung. Proses pemanfaatannya cukup mudah, tetapi hasilnya sangat menarik. Tahapan pengolahan berupa pewarnaan kelobot akan dipaparkan di bawah ini:


  1. Kelobot jagung yang telah dikumpulkan dibersihkan dari kotoran atau sampah yang menyertainya.
  2. Kelobot diwarnai dengan pewarna textile sesuai dengan warna yang diinginkan. Pada tahapan pewarnaan ini air dipanaskan terlebih dahulu dan saat muncul gelembung-gelembung air barulah pewarna pakaian dimasukkan kedalam air dan selanjutnya dimasukkan kelobot jagung. Proses direbusnya kelobot dalam cairan warna ini sekitar 15-20 menit.
  3. Gambar 1. Proses perebusan kelobot di cairan pewarna
  4. Kelobot yang telah diwarnai ditiriskan dan dikeringkan dalam ruangan. Pengeringan langsung di bawah sinar matahari harus dihindari karena akan berpengaruh terhadap warna dan tekstur kelobot yang dihasilkan.
    gambar 2. Kelobot ditiriskan dan dikeringkan
  5. Setelah kering kelobot diseterika untuk diratakan permukaan kelobotnya.
              
    Gambar 3. Kelobot yang telah kering

              
    Gambar 4. Kelobot yang telah diseterika
  6. Setelah di seterika kelobot siap dibentuk dan diolah sesuai dengan bentuk pernak-pernik yang diinginkan. Salah satu contohnya kelobot dibuat menjadi pembatas buku yang unik ini.
    Gambar 5. Pembatas buku dari kelobot jagung