Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015

Yuli Bordir Kuta Ateuh

Seringkali kita menginginkan penampilan yang optimal dan nyaman. Kita ingin memberi nilai pada tiap tampilan kita. Tahukah kita terkadang kita kerkadang hiasan baju dan bagaimana baju kita dijahit akan sangat mendukung penampilan dan kenyamanan kita saat menggunakan baju tersebut.

Berawal dari itu kita harus mulai memerhatikan bagaimana hiasan baju dan jahitannya. Nah kalau Anda menginginkan hiasan baju yang sangat pas dan sesuai dengam penampilan yang Anda harapkan maka tempat bordir yang berada di Gampong Kuta Ateuh Kota Sabang adalah pilihan tepat. Kita bisa memilih motif dan mengonsultasikan langsung ke pembordir tampilan apa yang ingin kita kuatkan. Pembordir yang telah bertahun-tahun menekun bidang bordir ini adalah bu Yuli. Beliau merupakan seorang ibu yang telah lam menekuni seni bordin dan beberapa seni sulam.

Salah satu bordiran beliau yang sangat luar biasa desainnya adalah bordir motif merak. Saat melihat bordiran tersebut aura keagungan dan kesempurnaan penampilan dari orang yang memakainya benar-benar terpancar. Inilah sebenarnya yang seringkali orang inginkan.

Jumat, 19 Desember 2014

GADIS PENAMBAL BAN

Setelah membaca judul kalian semua pasti tahu apa yang akan saya ceritakan. Cerita ini memang benar terjadi dan tanpa rekayasa. Suatu hari saya pernah membawa tamu dari salah satu majalah ternama di Indonesia. Sang tamu akan saya antarkan dari pelabuhan Balohan menuju ke Km 0 Indonesia. Saat itu kami berkendara menggunakan sepeda motor. Sampai di daerah Pria Laut tiba-tiba ban motor kempes seketika. Saya pu meminta tamu untuk menunggu dan saya mencari bengkel terdekat. Lama mencari dan tidak ada satupun bengkel yang buka. Jarak ke kota pun sekitar 14 km jauhnya.

Akhirnya sayapun menunggu di depan sebuah bengkel yang tutup tersebut berharap sang pemilik akan datang untuk membuka bengkel. 10 menit berlalu akhirnya datang nak lelaki usia sekitar 8 tahun. Saya langsung bertanya siapa pemilik bengkel dan bisakah dia membantu saya. Anak tersebut menjawab kalau ia adalah anak pemilik bengkel dan orang tua sang anak sedang ke kota. Kemudian si anak tersebut mangatakan kalau kakaknya juga bisa membantu saya dan dia pergi sebentar untuk memanggil sang kakak. 5 menit berlalu sang anak tak juga muncul dan di bengkel tersebut datanglah anak gadis dengan seragam putih biru. 

Anak gadis tersebut langsung masuk ke rumah dan mengganti seragamnya dengan kaos oblong. Lalu menghampiri saya dan bilang kalau dia akan membantu saya memperbaiki motor yang bocor. Saya langsung kikuk dan malu dan baru ingat kalau tadi anak kecil berseragam SD bilang akan memanggil kakaknya untuk membantu saya dan di daerah Aceh kakak adalah sebutan untuk saudara perempuan yang lebih tua. Dalam kondisi seperti itu saya pun bilang kke gadis tersebut kalau saya pinjam alat-alat bengkelnya saja dan bisa mengganti ban sendiri. Gadis tersebut malah menjawab dia biasa mengganti ban dan langsung membongkar ban motor saya. Saya pun hanya bisa diam dan tidak habis pikir anak gadis semuda itu harus bekerja keras untuk hidupnya. Kadang hal-hal luar biasa seringkali ditemukan dalam kejadian-kejadian kecil tiap harinya.

Banyak hal yang harus disyukuri dalam hidup

Selasa, 18 November 2014

PEMANFAATAN KELOBOT JAGUNG

Kali ini admin akan berbagi tentang proses pemanfaatan dan pembuatan pernak pernik dari kelobot jagung. Lebih tepatnya proses pengolahan kelobot sampai menjadi siap untuk dimanfaatan sebagai bahan dasar bembuatan pernak-pernik. Kelobot jagung itu sendiri merupakan kulit pembungkus biji jagung jadi jangan tertukar dengan daun jagung. Proses pemanfaatannya cukup mudah, tetapi hasilnya sangat menarik. Tahapan pengolahan berupa pewarnaan kelobot akan dipaparkan di bawah ini:


  1. Kelobot jagung yang telah dikumpulkan dibersihkan dari kotoran atau sampah yang menyertainya.
  2. Kelobot diwarnai dengan pewarna textile sesuai dengan warna yang diinginkan. Pada tahapan pewarnaan ini air dipanaskan terlebih dahulu dan saat muncul gelembung-gelembung air barulah pewarna pakaian dimasukkan kedalam air dan selanjutnya dimasukkan kelobot jagung. Proses direbusnya kelobot dalam cairan warna ini sekitar 15-20 menit.
  3. Gambar 1. Proses perebusan kelobot di cairan pewarna
  4. Kelobot yang telah diwarnai ditiriskan dan dikeringkan dalam ruangan. Pengeringan langsung di bawah sinar matahari harus dihindari karena akan berpengaruh terhadap warna dan tekstur kelobot yang dihasilkan.
    gambar 2. Kelobot ditiriskan dan dikeringkan
  5. Setelah kering kelobot diseterika untuk diratakan permukaan kelobotnya.
              
    Gambar 3. Kelobot yang telah kering

              
    Gambar 4. Kelobot yang telah diseterika
  6. Setelah di seterika kelobot siap dibentuk dan diolah sesuai dengan bentuk pernak-pernik yang diinginkan. Salah satu contohnya kelobot dibuat menjadi pembatas buku yang unik ini.
    Gambar 5. Pembatas buku dari kelobot jagung
                            
                                      

Senin, 27 Oktober 2014

TUTORIAL PEMBUATAN LAMPION BENANG

Menanggapi ketertarikan teman-teman semua untuk membuat kreasi lampion dari benang. Kali ini Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Diperdesaan (PSP3) penempatan Gampong Kuta Ateuh kecamatan Sukakarya kotamadya Sabang, akan menguraikan tahap pembuatan lampion benang tersebut. 

BAHAN
Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat satu lampion antara lain:
  1.         Benang jahit  dengan ukuran gulungan sedang 2 buah,
  2.         Lem kayu untuk merekatkan lampion benang
  3.         Len vinyl sebagai perekat untuk menempelkan hiasan kain fanel pada lampion benang
  4.         Air hangat sebagai pengencer lem kayu
  5.         Kain fanel untuk hiasan dengan warna dan jumlah sesuai selera

ALAT
Alat yang perlu disiapkan antara lain:
  1.   Bola berbahan karet lunak sebagai cetakan lampion  diameter 20 cm atau disesuaikan    dengan diameter lampion benang yang diinginkan, Diameter lampion berbanding lurus dengan  banyaknya bahan yang akan digunakan terutama benang.
  2.   Kuas untuk memoleskan lem kayu pada bola.
  3.   Mangkuk untuk tempat pengenceran lem kayu.
  4.  Gunting untuk memisahkan cetakan dengan lampion benang.


LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN:
  1. Siapkan semua alat dan bahan.
  2. Campurkan lem kayu dan air hangat sampai berbentuk krim encer. kekentalan lem ini akan sangat berpengaruh tehadap hasil akhir lampion benang.

  3. Tiup balon karet hingga kencang dan lapisi permukaannya dengan lem kayu yang telah diencerkan.
  4.  Lilitkan benang pada permukaan bola sampai kerapatan yang dinginkan.
  5. Kemudian setelah didapat kerapatan benang yang diinginkan, lapisi seluruh permukaan lilitan benang dengan lem kayu.
  6. Jemur bola yang telah dilapisi benang dan lem sampai kering di bawah terik matahari.
  7. Setelah kering, keluarkan angin dari dalam bola dan gunting bagian atas lampion sesuai degan diameter lobang yang diinginkan. Pengguntingan ini jangan sampai mengenai bola yang digunakan sebagai cetakan supaya cetakan bola bias digunakan lagi.
  8. Pisahkan antara lampion benang dengan cetakan.
  9. Bentuk lampion benang menjadi bulat sempurna dan hiasi dengan kain fanel sesuai selera.
  10. Lampion benang yang unik siap digunakan.
  11. Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Rabu, 22 Oktober 2014

PSP3 Kota Sabang

Awalnya tuh gak pernah berpikir lho tuk nginjakin kaki di kota Sabang. sebatas menyanyikan lagu aja gitu "dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau" nah lho... trus ya sekarang tepatnya tanggal 25 September 2014 lalu resmi dan secara jelas sekaligus pasti saya tuh nginjekin kaki di kota Sabang. keramahan penduduk sabang benar-benar terwakilkan oleh penyambutan dari dispora kota Sabang, Camat Suka Karya dan Sekda Kota sabang. 
Kami ber-13 peserta PSP3 penempatan kota Sabang bener-bener terkesima dengan keramah tamahan di acara penyambutan itu. meskipun baru kenal dan baru bertatap wajah serasa dah kenal akrab dan dah deket aja gitu. keramah tamahan ini sesuai banget dengan pepatah  Masyarakat Aceh yg bunyinya tuh kayak gini "Peumulia jame adat geutanyoe" tau kan artinya, "memuliakan tamu adat kami". 
terus karena keramah tamahan dari aparatur itu kami ber-13 jadi gak sungkan-sungkan untuk mengabadikan momen itu. langsung deh foto-foto di dispora kota sabang. salah satu hasilnya dibawah ini neh:
oke banget kan fotonya? pokoknya eksis itu hal yang penting. terus keramah tamahan ini tuh  berlanjut sampai ke perkenanlan dengan kepala desa atau kalau di aceh dikenal dengan sebutan "Keuchik" yang mesti dieja pakai logat Aceh biar enak di dengar. 
setelah penyambutan dan keramah tamahan di dispora Sabang kami ber-13 diantar ke penempatan desa atau dalam bahasa aceh disebut "Gampong" sekali lagi dieja pakai logat aceh ya. 2 orang ditempatkan di kota atas (Kuta Ateuh) yakni saya (Al Khosim) dan Bella Janessia. 2 orang di Kuta Bawah Barat yakni Roinul Kirom dan Panji Alan Valent (inget Valent so dia neh lahir tgl 14 Februari... CATET). 2 orang di Kuta Bawah Timur yakni Mujianto dan Aan Saputra, 3 orang di Aneuk Laut yakni Hebra, Kasmuri dan Abdul Qodir Zailani (AQZ... catet), 2 orang di Kerueng Raya yakni Nassir dan Eko, terus dua orang di Paye Seunara yakni Vance dan Firmansyah. 
nah itu tadi nama-nama desanya pakai nama aceh lho. saya sendiri masih belum bener ngelafalinnya dan belum begitu tau juga artinya. di edisi berikutnya deh saya jelasin arti dari nama-nama desa itu. eh kalau yang belum kenal dengan saya, saya yang pakai baju merah putih trus berdiri paling depan itu ya.