Tampilkan postingan dengan label PSP3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSP3. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2015

ORANG KONYOL DI SABANG

Pernah gak seh ngerasain punya sahabat yang konyol dan bisa dibilang goblok tingkat satu? Nah klo belum punya neh saya ceritain. Awalnya sih biasa aja tapi setelah lama kerja di Kota Sabang makin parah aja neh bahasanya. Keberadaannya sih bikin kebahagiaan tersendiri jadi bisa ngilangin stress. Karena itu ceritanya saya bagi juga neh buat kalian.

Transfer uang...

Pagi-pagi di hari sabtu telpon dah ribut trus yang telpon ternyata si doi...

tmn: Al sibuk gak pagi ini?
sy: gak neh mas, kenapa?
tmn: oh ya... tolong kamu ke Bank Aceh terus minta CS bank buat transfer dari rekening Tabunganku ke rekening TAG saya yah.
sy: okelah bisa banget mas.
tmn: eh tapi kemaren jumat ya?
sy: ia jadi sekarang hari sabtu...
tmn: jadi bank tutup donk?
sy: ia trus klo mau pindah dana gitu juga gak bisa main suruh-suruh CS jg kali...

#telen rumah

Kongkow

tmn: Al kita jalan yuk. Nongkow gitu?
sy: oh jalan? Nongkow? kongkow maksudnya?
tmn: ia kita kongkow trus ngapain gitu?
sy: labil kan katanya tadi mau jalan...

#keselek kulkas 6 pintu

Beasiswa

nah ini obrolan serius demi masa depan secara si doi dah mau S-2. Maunya di luar negeri gitu. tapi asal kalian tau aja ya si doi neh IQ nya tuh jongkok abis trus kalo lagi duduk gak bisa mikir, soalnya otak si doi kayaknya ada di dengkul deh #hahaha

tmn: Al si bang xxxxxx beneran mau ke Melebren ya?
sy: Melebren?????
tmn: ia katanya kan dapet beasiswa. kan kemaren Al yang cerita.
sy: oh ke Melbourne mas bukan Melebren.
tmn: ia ia ia Milibren, nah itu pakai bahasa apa disana.
sy: kalo gak salah seh bahasa Inggris.
tmn: okay... you know i can do talking in english and i can talking with he in english when i meet he in he shop... you want talking to i in english? i can explain you talking and we will go to Milibren??
sy: zzzZZZZZZZzzz

#kunyah kubah Masjid




Rabu, 26 November 2014

PESONA SABANG JILID 1

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang keindahan Sabang. setelah dua bulan di Sabang saya merasakan begitu banyak hal yang menarik di Sabang. Pesona Sabang jilid 1 ini saya akan bercerita tentang tempat-tempat menarik yang ada di Gampong Kuta Ateuh. Gampong Kuta Ateuh merupakan pusat Kota Sabang. Hal ini menjadikan Gampong Kuta Ateuh menarik untuk saya bahas pertama kali. Gampong Kuta Ateuh atau dalam bahasa Indonesia berarti Kampung Kota Atas. Gampong Kuta Atas adalah bagian dari Kecamatan Suka Karya Kota Sabang. Di Gampong Kuta Atas terdapat begitu banyak bangunan bersejarah sekaligus tugu yang bersifat khas. Jikalau kita berkunjung ke suatu tempat kita akan mencari daerah-daerah yang khusus untuk dijadikan tempat foto-foto. Khusus untuk Gampong Kuta Ateuh ada empat tempat khusus yang layak dijadikan sebagai bukti bahwa kita sudah berkunjung. Tempat yang sangat saya sarankan untuk dijadikan lokasi pengambilan foto adalah sebagai berikut:

1. Tugu Sabang Merauke

Tugu ini menjadi khusus karena hanya ada di dua daerah di Indonesia yakni di Sabang dan di Merauke. Dari nama tugunya juga kita pastinya sudah tahu. Pentingnya lagi di kota Sabang tugu ini adanya di Wilayah Gampong Kuta Ateuh. Jadi Kalau mau foto-foto di tugu ini wajib hukumnya untuk menginjakkan kaki di Gampong Kuta Ateuh. Tugu ini sendiri berada di ketinggian yang menghadap langsung ke laut lepas. 











2. Makam Eropa (Het Kerkhof)

Baca namanya juga kita sudah tahu tempat seperti apa ini. Tempat ini jelas sangat bersejarah dan penting keberadaanya sebagai bukti bahwa Bangsa Eropa telah datang ke Kota Sabang. Keberadaan makan ini juga menunjukkan bahwa Bangsa Eropa yang datang ke Kota Sabang telah menetap untuk waktu yang cukup lama sampai mereka menghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan dengan layak di Kota Sabang. Letak pemakaman ini ada di Gampong Kuta Ateuh berdekatan dengan komplek pemakaman etnis Tionghoa dan pemakaman umat Kristen kota Sabang. Kondisi pemakaman ini memperihatinkan karena telah rusak dibeberapa bagian pagar pembatas wilayah makam. 

3. Perumahan Sabang Maskapai 1909

Ini merupakan perumahan yang dibangun pada awal abad ke-19. Sampai sekarang masih dilestarikan dan menarik untuk dikunjungi. Gapura perumahan ini layak untuk dijadikan tempat foto-foto narsis dan eksis. Bentuk bangunan gapura ini memberikan kesan unik dan khusus dikarenakan tampilannya yang membawa kita kembali ke abad 19. 

















4. Taman Pantai Kasih
Taman Pantai Kasih merupakan taman yang dibangun khusus di pantai. Keberadaan taman ini memberikan suasana yang khas di Pantai Kasih. nuansa hijau yang tertata rapi mampu menarik perhatian pengunjung Pantai Kasih. Jikalau berkunjung ke Pantai Kasih sempatkanlah untuk mengambil beberapa foto diri di taman ini. Pantai Kasih ini memiliki cerita tentang kesetiaan dan kasih sayang yang terjalin abadi. Datang dan berlama-lama di Taman Pantai Kasih ini akan menyatukan hubungan kasih yang telah ada. Sangat disarankan untuk menikmati keindahan taman dan pantai ini bersama keluarga.

Selasa, 18 November 2014

PEMANFAATAN KELOBOT JAGUNG

Kali ini admin akan berbagi tentang proses pemanfaatan dan pembuatan pernak pernik dari kelobot jagung. Lebih tepatnya proses pengolahan kelobot sampai menjadi siap untuk dimanfaatan sebagai bahan dasar bembuatan pernak-pernik. Kelobot jagung itu sendiri merupakan kulit pembungkus biji jagung jadi jangan tertukar dengan daun jagung. Proses pemanfaatannya cukup mudah, tetapi hasilnya sangat menarik. Tahapan pengolahan berupa pewarnaan kelobot akan dipaparkan di bawah ini:


  1. Kelobot jagung yang telah dikumpulkan dibersihkan dari kotoran atau sampah yang menyertainya.
  2. Kelobot diwarnai dengan pewarna textile sesuai dengan warna yang diinginkan. Pada tahapan pewarnaan ini air dipanaskan terlebih dahulu dan saat muncul gelembung-gelembung air barulah pewarna pakaian dimasukkan kedalam air dan selanjutnya dimasukkan kelobot jagung. Proses direbusnya kelobot dalam cairan warna ini sekitar 15-20 menit.
  3. Gambar 1. Proses perebusan kelobot di cairan pewarna
  4. Kelobot yang telah diwarnai ditiriskan dan dikeringkan dalam ruangan. Pengeringan langsung di bawah sinar matahari harus dihindari karena akan berpengaruh terhadap warna dan tekstur kelobot yang dihasilkan.
    gambar 2. Kelobot ditiriskan dan dikeringkan
  5. Setelah kering kelobot diseterika untuk diratakan permukaan kelobotnya.
              
    Gambar 3. Kelobot yang telah kering

              
    Gambar 4. Kelobot yang telah diseterika
  6. Setelah di seterika kelobot siap dibentuk dan diolah sesuai dengan bentuk pernak-pernik yang diinginkan. Salah satu contohnya kelobot dibuat menjadi pembatas buku yang unik ini.
    Gambar 5. Pembatas buku dari kelobot jagung
                            
                                      

Rabu, 22 Oktober 2014

PSP3 Kota Sabang

Awalnya tuh gak pernah berpikir lho tuk nginjakin kaki di kota Sabang. sebatas menyanyikan lagu aja gitu "dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau" nah lho... trus ya sekarang tepatnya tanggal 25 September 2014 lalu resmi dan secara jelas sekaligus pasti saya tuh nginjekin kaki di kota Sabang. keramahan penduduk sabang benar-benar terwakilkan oleh penyambutan dari dispora kota Sabang, Camat Suka Karya dan Sekda Kota sabang. 
Kami ber-13 peserta PSP3 penempatan kota Sabang bener-bener terkesima dengan keramah tamahan di acara penyambutan itu. meskipun baru kenal dan baru bertatap wajah serasa dah kenal akrab dan dah deket aja gitu. keramah tamahan ini sesuai banget dengan pepatah  Masyarakat Aceh yg bunyinya tuh kayak gini "Peumulia jame adat geutanyoe" tau kan artinya, "memuliakan tamu adat kami". 
terus karena keramah tamahan dari aparatur itu kami ber-13 jadi gak sungkan-sungkan untuk mengabadikan momen itu. langsung deh foto-foto di dispora kota sabang. salah satu hasilnya dibawah ini neh:
oke banget kan fotonya? pokoknya eksis itu hal yang penting. terus keramah tamahan ini tuh  berlanjut sampai ke perkenanlan dengan kepala desa atau kalau di aceh dikenal dengan sebutan "Keuchik" yang mesti dieja pakai logat Aceh biar enak di dengar. 
setelah penyambutan dan keramah tamahan di dispora Sabang kami ber-13 diantar ke penempatan desa atau dalam bahasa aceh disebut "Gampong" sekali lagi dieja pakai logat aceh ya. 2 orang ditempatkan di kota atas (Kuta Ateuh) yakni saya (Al Khosim) dan Bella Janessia. 2 orang di Kuta Bawah Barat yakni Roinul Kirom dan Panji Alan Valent (inget Valent so dia neh lahir tgl 14 Februari... CATET). 2 orang di Kuta Bawah Timur yakni Mujianto dan Aan Saputra, 3 orang di Aneuk Laut yakni Hebra, Kasmuri dan Abdul Qodir Zailani (AQZ... catet), 2 orang di Kerueng Raya yakni Nassir dan Eko, terus dua orang di Paye Seunara yakni Vance dan Firmansyah. 
nah itu tadi nama-nama desanya pakai nama aceh lho. saya sendiri masih belum bener ngelafalinnya dan belum begitu tau juga artinya. di edisi berikutnya deh saya jelasin arti dari nama-nama desa itu. eh kalau yang belum kenal dengan saya, saya yang pakai baju merah putih trus berdiri paling depan itu ya.