Tampilkan postingan dengan label hijrah Saputra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hijrah Saputra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2015

SABANG CREATIVE FEST 2015

Kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan hari ulang tahun emas Kota Sabang ini berbeda dengan kegiatan lainnya. Kegiatan yang fokus pada lomba Mural yang berlokasi di stadion Sabang Merauke Kota Sabang ini di prakarsai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sabang. Perlombaan Mural ini terbuka untuk umum dan bisa diikuti oleh semua kalangan.  Menggandeng para peserta program PSP-3 penempatan Kota Sabang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, dan Owner Piyoh maka disusunlah para panitia untuk kegiatan ini. Kepanitian yang dibentuk dari berbagai unsur yang berbeda ini harapannya akan mampu membangun kreativitas dalam pelaksanaan kegiatan. Nah tungggu apa lagi untuk yang mau ikutan bisa langsung lihat infonya di www.sabangcreativefest.blogspot.com.

Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini bisa dilakukan pendaftaran dengan mengambil formulir di sekretariat kepanitiaan beralamat di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Sabang Jl. KH Agussalim (Ie Meulee) (0652) 22777. Bisa juga dengan berkorespondensi dengan panitia melalui E-Mail sabangcreativefest@gmail.com atau ke telepon panitia atan nama Al khosim 0813-8391-3967.




Senin, 06 April 2015

Tanah Weh

25 September 2014, semua bermula pada tanggal itu. sebenarnya saat merapikan barang-barang kedalam koper di Hotel Sultan ada keraguaan yang mulai menggetirkan. Tapi semua sudah terlanjur dan saat melangkah pantang untuk mundur. Menuruni tangga hotel dengan koper yang yang sangat besar menambah jenuh perjalanan ini. Dengan angkutan umur dan berdesak-desakan melajulah ke Ulee Lhee udara panas tanah rencong benar-benar mengimbangi. 

Pelabuhannya cukup sepi dan tidak terlalu semeraut malah sangat lengang. Kami ber-13 mulai memasuki kapal cepat yang akan membawa ke tanah weh. dan tidak terlalu lama hanya 45 menit saja telah sampai di pelabuhan Balohan yang begitu ramai dan semeraut. Para porter berbicara dengan nada tinggi berusaha untuk menarik penumpang dalam manawarkan jasa. Sumpek dan tidak menarik tapi itulah suasana pelabuhan. 

Ada harapan di tanah ini, tanah yang belum pernah saya sentuh sebelumnya. Perlahan udara Weh menyusup hingga ke alveol paru. Terasa nyaman dalam keramaian dan damai dalam balutan asap rokok yang membumbung. Keyakinan akan masa depan itu di sinilah bermula. Bukan untuk merubah tanah ini bukan pula tuk menghilangkannya. Keyakinan untuk berkembang bersamanya.

Dulu saya pernah mendengar nama ini dan sekarang sepertinya saya akan sering menyebutnya Weh dan Sabang. Menurut cerita penduduk Weh berarti pindah, dinamakan demikian karena ini menjadi tempat pindahnya orang-orang dari tanah Aceh daratan. Meskipun sumber cerita belum jelas tetapi masyarakat di tanah ini selalu menuturkannya begitu.

Kali ini saya menjadi sangat diam dan berusaha untuk fokus dengan pemandangan yang tampak. Angkutan yang saya tumpangi mulai keluar melewati gerbang pelabuhan. 

bersambung...

Sabtu, 14 Maret 2015

SABANG BERKEBUN BERSAMA SD N PERTIWI KOTA SABANG

Setelah sabtu lalu (07/03/2015) penggiat Sabang Berkebun melakukan sosialisasi kegiatan berkebun di SD N Pertiwi Kota Sabang. Hari ini (14/03/2015) para penggiat Sabang berkebun bersama siswa SD N Pertiwi melakukan tanam perdana di lahan SD N Pertiwi. Siswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI beserta guru-guru kelas.

Hal yang unik dalam kegiatan berkebun kali ini adalah media tanam yang memanfaatkan botol-botol bekas. Boto-botol bekas minuman tersebut dimanfaatkan sebagai media tanam untuk pemanfaatan limbah plastik serta memperindah penataan taman sekolah. Botol plastik sebagai media tanam tersebut didesain unik oleh para penggiat Sabang Berkebun, guru-guru beserta siswa SD N Pertiwi.


Penanaman tanaman sawi, kangkung dan stroberi yang dilakukan dengan media botol bekas ini ditata di pagar sekolah dengan cara digantung menggunakan kawat. Karena warna botol yang beragam maka pagar sekolah pun Nampak menjadi lebih indah. Ternyata dengan adanya kemauan untuk membuat perubahan semua bisa dilakukan dengan bersama-sama. Alhamdulillah kali ini kerjasama yang baik antara penggiat Sabang Berkebun dan SD N Pertiwi Kota Sabang mulai memberikan hasil dengan aktifnya anak-anak mengikuti kegiatan berkebun dan tinggal menunggu PANEN.

Sosialisasi Kegiatan Sabang Berkebun

Selasa, 18 November 2014

PEMANFAATAN KELOBOT JAGUNG

Kali ini admin akan berbagi tentang proses pemanfaatan dan pembuatan pernak pernik dari kelobot jagung. Lebih tepatnya proses pengolahan kelobot sampai menjadi siap untuk dimanfaatan sebagai bahan dasar bembuatan pernak-pernik. Kelobot jagung itu sendiri merupakan kulit pembungkus biji jagung jadi jangan tertukar dengan daun jagung. Proses pemanfaatannya cukup mudah, tetapi hasilnya sangat menarik. Tahapan pengolahan berupa pewarnaan kelobot akan dipaparkan di bawah ini:


  1. Kelobot jagung yang telah dikumpulkan dibersihkan dari kotoran atau sampah yang menyertainya.
  2. Kelobot diwarnai dengan pewarna textile sesuai dengan warna yang diinginkan. Pada tahapan pewarnaan ini air dipanaskan terlebih dahulu dan saat muncul gelembung-gelembung air barulah pewarna pakaian dimasukkan kedalam air dan selanjutnya dimasukkan kelobot jagung. Proses direbusnya kelobot dalam cairan warna ini sekitar 15-20 menit.
  3. Gambar 1. Proses perebusan kelobot di cairan pewarna
  4. Kelobot yang telah diwarnai ditiriskan dan dikeringkan dalam ruangan. Pengeringan langsung di bawah sinar matahari harus dihindari karena akan berpengaruh terhadap warna dan tekstur kelobot yang dihasilkan.
    gambar 2. Kelobot ditiriskan dan dikeringkan
  5. Setelah kering kelobot diseterika untuk diratakan permukaan kelobotnya.
              
    Gambar 3. Kelobot yang telah kering

              
    Gambar 4. Kelobot yang telah diseterika
  6. Setelah di seterika kelobot siap dibentuk dan diolah sesuai dengan bentuk pernak-pernik yang diinginkan. Salah satu contohnya kelobot dibuat menjadi pembatas buku yang unik ini.
    Gambar 5. Pembatas buku dari kelobot jagung
                            
                                      

Senin, 27 Oktober 2014

TUTORIAL PEMBUATAN LAMPION BENANG

Menanggapi ketertarikan teman-teman semua untuk membuat kreasi lampion dari benang. Kali ini Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Diperdesaan (PSP3) penempatan Gampong Kuta Ateuh kecamatan Sukakarya kotamadya Sabang, akan menguraikan tahap pembuatan lampion benang tersebut. 

BAHAN
Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat satu lampion antara lain:
  1.         Benang jahit  dengan ukuran gulungan sedang 2 buah,
  2.         Lem kayu untuk merekatkan lampion benang
  3.         Len vinyl sebagai perekat untuk menempelkan hiasan kain fanel pada lampion benang
  4.         Air hangat sebagai pengencer lem kayu
  5.         Kain fanel untuk hiasan dengan warna dan jumlah sesuai selera

ALAT
Alat yang perlu disiapkan antara lain:
  1.   Bola berbahan karet lunak sebagai cetakan lampion  diameter 20 cm atau disesuaikan    dengan diameter lampion benang yang diinginkan, Diameter lampion berbanding lurus dengan  banyaknya bahan yang akan digunakan terutama benang.
  2.   Kuas untuk memoleskan lem kayu pada bola.
  3.   Mangkuk untuk tempat pengenceran lem kayu.
  4.  Gunting untuk memisahkan cetakan dengan lampion benang.


LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN:
  1. Siapkan semua alat dan bahan.
  2. Campurkan lem kayu dan air hangat sampai berbentuk krim encer. kekentalan lem ini akan sangat berpengaruh tehadap hasil akhir lampion benang.

  3. Tiup balon karet hingga kencang dan lapisi permukaannya dengan lem kayu yang telah diencerkan.
  4.  Lilitkan benang pada permukaan bola sampai kerapatan yang dinginkan.
  5. Kemudian setelah didapat kerapatan benang yang diinginkan, lapisi seluruh permukaan lilitan benang dengan lem kayu.
  6. Jemur bola yang telah dilapisi benang dan lem sampai kering di bawah terik matahari.
  7. Setelah kering, keluarkan angin dari dalam bola dan gunting bagian atas lampion sesuai degan diameter lobang yang diinginkan. Pengguntingan ini jangan sampai mengenai bola yang digunakan sebagai cetakan supaya cetakan bola bias digunakan lagi.
  8. Pisahkan antara lampion benang dengan cetakan.
  9. Bentuk lampion benang menjadi bulat sempurna dan hiasi dengan kain fanel sesuai selera.
  10. Lampion benang yang unik siap digunakan.
  11. Selamat mencoba semoga bermanfaat.