Tampilkan postingan dengan label Merauke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merauke. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2015

Tugu Sabang Merauke

Tugu Sabang Merauke
            Tugu Sabang Merauke adalah sebuah tugu yang berada khusus di dua buah kota yang berada di ujung Indonesia yakni di Kota Sabang dan di Kota Merauke. Tugu ini dibangun sebagai penanda wilayah Indonesia dengan posisi Geografis  Tugu Sabang-Merauke BPPT0897-2 berada di:
Lintang            : 050     530       30,660  LU
Bujur               : 950     190       16,520  BT
Tinggi              : 33,6 meter (MSL)
Posisi geografis dalam Ellipsoid WGS 84
Tugu Sabang Merauke ini didirikan pada September 1997. Kerjasama antara Pemerintah Daerah Istimewa Aceh dengan Deputi Bidang Pengembangan Kekayaan  Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPP Teknologi). Posisi Geografis ini ditentukan dengan menggunakan GPS (Global Position System) yang merupakan posisi suatu titik di permukaan bumi dengan cara mengamati  sinyal-sinyal satelit yang mengorbit di atas bumi dengan ketinggian 11.900 mil (20.000 km). system ini memiliki 24 buah satelit, sehingga pengamatan sekelompok satelit dapat dilakukan di seluruh permukaan bumi pada setiap saat dan segala  cuaca.
Pada dasarnya penentuan posisi dengan GPS adalah mengukur jarak tugu yang akan ditentukan posisinya terhadap beberapa satelit. Dengan menggunakan data posisi setiap satelit yang diamati sebagai acuan dan denan telah diketahuinya jarak hasil ukuran, maka lintang dan bujur tugu dapat ditentukan.
Jarak tugu terhadap satelit dan posisi setiap satelit yang diamati dapat diperoleh dengan cara mengamati sinyal yang dipancarkan oleh masing-masing satelit dengan menggunakan alat menerima GPS yang ditempatkan di atas tugu yang akan ditentukan posisinya. Tugu ini ditentukan lintang, bujur dan tingginya dengan metoda deferensial melalui  pengamatan sinyal dari 4 sampai 8 satelit yang berada di atas cakrawala secara bersamaan.
Pemandangan dari Tugu Sabang Merauke



Kamis, 05 Februari 2015

KADO ULANG TAHUN

Sumber: sayangpacar.com

Tetiba saya jadi ingin berbagi cerita tentang seorang teman yang selalu berharap untuk dapet kado beserta kartu ucapan yang penuh doa dihari ulang tahunnya. Temen itu sangat senang dengan hari ulang tahun meskipun dia kurang senang kalau angka ulang tahunnya disebutin. Paling aneh lagi dia tidak suka jika kata-kata “selamat ulang tahun” diucapkan langsung ditengah-tengah keramaian.
Waktu saya tanya kenapa begitu, dia selalu bilang itu tidak ada alasan pasti. Nah makin bingung kan. Sedangkan kalau yang ulang tahun adalah saya atau teman-temannya yang lain dia pasti heboh banget. Kadang  kado ulang tahun untuk teman-temannya sudah disiapkan jauh hari dan sering kali diberikannya sebelum hari-H atau kalau ada kendala keuangan ia akan memberikan kado setelah hari-H pas dia datep uang gitu.

Miris tapi aneh juga, pas dia ulang tahun biasanya jarang banget dia dikasih hadiah ulang tahun. Bahkan setelah saya telusuri ternyata kalau saatnya dia ulang tahun dia sering membeli barang-barang yang diinginkannya terus menulis kartu ucapan berisi doa-doa yang penuh kebaikan dan membungkus barang-barang itu dengan bungkusan terbaik. Dia akan menuliskan nama-nama orang yang diharapkan memberinya kado juga di bungkusan kado yang rapi itu. Aneh banget kan.
Keanehan lain juga ada, dia biasanya jauh hari sebelum dia ulang tahun bakal nitip minta beliin barang-barang yang dia suka pada orang-orang yang dikenalnya terus minta dikirim ke alamatnya. Terkadang dia juga membeli produk yang ia suka dari pusat belanjaan online dan minta barang tersebut dikirimkan kealamatnya beserta kartu ucapan yang dikarangnya sendiri dan ditujukan ke diri sendiri. Benar-benar aneh tapi itu terjadi.

Sebenarnya yang membuat saya paling bingung dari cerita ulang tahunnya adalah kenapa ia sangat perhatian dengan ulang tahun teman-temannya. Tetapi, sangat sedikit teman-temannya yang peduli dengan ulang tahunnya. Sering saya liat ada teman yang memberikan ucapan selamat dan kado juga pada dia. Tetapi, biasanya jarang sekali kado itu dibungkus rapi dengan kartu ucapan yang selalu diharapkannya. Semakin bingung kan??? Sempat berpikir kalau sebenarnya ia tidak seharusnya terlalu perduli dengan ulang tahun temannya dan kado-kado yang sangat jarang ia dapatkan. Karena mungkin ini jalan hidup yang harus ia jalani dan suatu saat ia akan dapat balasan yang luar biasa dari Tuhan dalam bentuk yang tidak pernah ia sangka-sangka.  Semoga saja ia akan selalu berbuat baik dan mendapatkan balasan yang lebih nyata dari Tuhan.


Kamis, 30 Oktober 2014

Sumpah Pemuda

Sekedar untuk diingat peringatan Hari Sumpah Pemuda (PHSP) selalu dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober. PHSP sendiri seringkali dilaksanakan dengan kegiatan upacara bendera. Hal unik dan menarik dari upacara PHSP adalah pamuda dan pemudi yang memakai pakaian adat dari seluruh propinsi Indonesia. Pemuda pemudi ini disebut dengan barisan Bhineka Tunggal Ika. 

Foto bersama PSP3 Kota Sabang, Barisan Bhineka Tunggal Ika dan Tamu Undangan

PHSP yang ke-86 ini peserta PSP3 penempatan Kota Sabang berkesempatan hadir dan berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Kontribusi dari peserta PSP3 Kota Sabang dapat dilihat dari ikutsertanya Firman Syahputra sebagai pembaca ikrak Sumpah Pemuda dan Roinul Kirom sebagai Pembaca Teks Undang-Undang Dasar 1945. Peserta PSP3 lainnya bergabung dalam barisan peserta upacar.

Setelah selesainya upacara PHSP peserta PSP3 berkesempatan untuk beramah tamah sekaligus foto bersama para tamu undangan. Dalam kesempatan ini peserta PSP3 berdiskusi langsung dengan Walikota Sabang dan Sekretaris Daerah Kota Sabaang. Diskusi tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang sangat akrab.

Keakraban peserta PSP3 dengan barisan Bhineka Tunggal Ika menjadi momen khusus yang sangat menarik. Hal ini dikarenakan terus berlanjutnya komunikasi dan ketertarikan dari anggota barisan Bhineka Tunggal Ika untuk bergabung dengan kegiatan PSP3. Ketertarikan itu terlihat jelas dari antusiasnya mereka mendengarkan penjelasan mengenai kegiatan PSP3.
  
Peserta PSP3 foto bersama Barisan Bhineka Tunggal Ika